Menjadi Pengusaha Unggul

Peluang Bisnis


Apakah yang dimaksud dengan peluang itu ? Peluang merupakan kesempatan, jadi Peluang Bisnis adalah sebuah kesempatan untuk menjalankan sebuah kegiatan bisnis untuk mendapatkan royalty maupun keuntungan dengan cara strategi yang telah ditetapkan. Kesempatan usaha yang terbuka lebar ini tiadk boleh dilewatkan oleh mereka yang memiliki jiwa berwirausaha. Seorang pengusaha baik pengusaha muda ataupun pengusaha yang sudah lama berkecimpung dalam dunia bisnis ketika ia akan memanfaatkan peluang usaha yang ada pada waktu tertentu seorang pengusaha itu harus memiliki sikap dan mental yang percaya diri. Perlu pemikiran yang matang bagi seorang mengusaha agar usahanya dapat berjalan dengan tetap sasaran.

Memulai Bisnis

Berikut adalah beberapa cara yang harus Anda lakukan ketika ingin sukses memulai bisnis rumahan.

  1. Meminta Dukungan Keluarga.
  2. Belajar Administrasi.
  3. Jauhkan Pikiran Dari Kegagalan.
  4. Tentukan Visi & Misi .
  5. Hitung Kebutuhan Modal.
  6. Pilih Bidang yang Sesuai Passion.
  7. Pilih Waktu untuk Memulai.
  8. Tentukan Keunikan Dari Produk.

Strategi Pemasaran

Pengertian strategi pemasaran adalah upaya memasarkan suatu produk, baik itu barang atau jasa, dengan menggunakan pola rencana dan taktik tertentu sehingga jumlah penjualan menjadi lebih tinggi.

Pengertian strategi pemasaran juga dapat diartikan sebagai rangkaian upaya yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka mencapai tujuan tertentu, karena potensi untuk menjual proposisi terbatas pada jumlah orang yang mengetahui hal tersebut.

Strategi Pemasaran punya peranan penting perusahaan, baik itu harga barang maupun jasa. Ada tiga faktor penentu nilai harga barang dan jasa, yaitu:

  • Produksi
  • Pemasaran
  • Konsumsi

Dalam hal ini, pemasaran menjadi bagian yang menghubungkan antara kegiatan produksi dan konsumsi.

Mengelola Keuangan

  1. Memahami uang

Uang adalah setiap benda yang mudah dibawa(portability), mudah dibagi (divisibility), berdaya tahan lama (durability) dan stabil (stability). 

Uang memiliki tiga fungsi utama, yakni sebagai alat penukar, penyimpan kekayaan dan alat kesatuan hitung. 

Otorita moneter mempunyai peran utama sebagai sumber awal terciptanya uang beredar. Kelompok pelaku ini merupakan sumbee “penawaran” uang kartal untuk memenuhi permintaan akan uang tersebut dari masyarakat dan sumber “penawaran” uang yang di butuhkan oleh lembaga-lembaga keuangan, yang disebut cadangan bank merupakan sumber bagi terciptanya unsur dari uang beredar yang disebut dengan “uang inti” atau “uang primer” 

  1. Memahami lembaga keuangan

Lembaga keuangan berfungsi sebagai tempat terjadinya transaksi keuangan dari sektor yang mengalami surplus ke sektor defisit. Lembaga keuangan keuangan dibedakan atas lembaga deposito dan lembaga non deposito.

Lembaga Deposito menerima simpanan dari nasabah, memeriksa dan membukukan rekening tabungan dibank, pinjaman-pinjaman dan jasa perbankan lain.

Lembaga Deposito, meliputi :

  1. Bank Umum
  2. Savings and Loan Association
  3. Mutual Savings bank
  4. Credit Union

     Lembaga Nondeposito adalah berbagai organisasi lain yang mengambil uang,menyediakan bunga dan jasa lainnya, dan pinjaman.

Lembaga Nondeposito, meliputi :

  1. Dana pensiun
  2. Perusahaan asuransi
  3. Perusahaan pembiayaan
  4. Perantara pedagang efek

Electronic Banking adalah mesin yang digunakan dalam dunia perbankan guna menunjang pelayanan kepada para nasabahnya. 

Electronic banking, meliputi :

  1. Anjungan tunai mandiri (ATM)
  2. Transfer dana elektronik
  3. Memahami Modal Usaha

Modal adalah segala bentuk kekayaan yang digunakan untuk menghasilkan kekayaan yang lebih besar lagi.

Modal yang dibutuhkan untuk memulai suatu usaha meliputi :

  • Modal tetap

Modal yang diperlukan untuk mengadakan aset tetap atau permanen diawal usaha. Contohnya : ruang usaha,bangunan,tanah, alat-alat di kantor dan kebutuhan primer penunjang dapat dimulainya suatu usaha.

  • Modal kerja 

Modal yang dibutuhkan untuk pembelian atau pembuatan suatu produk atau jasa. Modal kerja biasanya dipakai untuk membeli bahan baku untuk memenuhi permintaan konsumen. Contohnya : jika usaha kita menjual roti, maka modal kerja dibutuhkan untuk membeli tepung,mentega,telur,minyak goreng,gula,pengharum makanan.

  • Modal operasional 

Modal rutin yang harus dikeluarkan setiap bulan untuk mendanai usaha kita. contohnya : upah atau gaji pegawai, biaya listrik, biaya air,telepon. 

Distribusi Produk

DISTRIBUSI PRODUK

Distribusi : produk yang telah dibuat perlu didistribusi untuk sampai ketangan konsumen, baik melalui saluran distribusi, perantara maupun dikirim langsung ke pengguna. Proses distribusi biaya melibatkan : 

  1. Perantara
  2. Pengecer 
  3. Pedagang grosir
  4. Agen penjualan

Saluran distribusi 

Strategi Distribusi 

  1. Distribusi Intensif
  2. Distribusi Eksekutif
  3. Distribusi Selektif

 Memilih Saluran Kredit 

Faktor- faktor yang mempengaruhi pilihan saluran distribusi, diantaranya :

  1. Saluran distribusi 

Saluran distribusi beberapa bersifat ringkas dan sederhana ; yang lain bersifat panjang dan rumit. Banyak perusahaan membeli barang yang mereka gunakan dalam operasi mereka langsung dari produsen, sehingga saluran distribusinya menjadi pendek. Sebaliknya, saluran untuk konsumen biasanya lebih panjang dan lebih rumit.

2.Cakupan pasar 

Cakupan pasar yang tepat, jumlah grosir atau pengecer yang akan membawa produk, bergantung pada sejumlah faktor dalam strategi pemasaran. Barang sehari-hari yang murah atau persediaan organisatoris seperti kertas komputer dan pena-pena, akan terjual dengan baik jika tersedia dibanyak gerai.

  • Biaya 

Biaya memainkan peran utama dalam pemilihan saluran perusahaan (dan merupakan salah satu alasan utama atas begitu banyak perusahaan – perusahaan kecil telah memanfaatkan internet). Produsen kecil atau baru sering tidak mampu melakukan banyak fungsi yang diperlukan untuk menjual ke pengecer atau konsumen.

  • Kontrol 

Memilih saluran distribusi adalah kontrol terhadap bagaimana, di mana, kapan dan berapa banyak produk yang dijual. Saluran distribusi lebih panjang berarti kontrol semakin sedikit bagi produsen dan menjadi semakin jauh dari penjual dan pembeli. 

  • Konflik saluran

Karena keberhasilan setiap anggota saluran bergantung pada keberhasilan seluruh sistem saluran, idealnya semua anggota saluran bekerjasama dengan lancar. Namun, setiap anggota saluran juga harus menjalankan aktivitasnya sendiri, yang berarti mereka bisa tidak setuju pada peran masing-masing anggota. 

Promosi

Promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya.

Tujuan promosi

Tujuan promosi di antaranya adalah:

  1. Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial
  2. Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit/laba
  3. Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan
  4. Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar
  5. Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing
  6. Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan.
  7. Mengubah tingkah laku dan pendapat konsumen.

Promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya.

Beberapa cara untuk melakukan promosi adalah:

  1. Melalui E-mail
  2. Melalui Sms
  3. Melalui pembicaraan;
  4. Melalui Iklan
  5. Melalui Media sosial
  6. dan sebagainya.

Contoh promosi antara lain:

  1. Pasang iklan di tv mengenai produk baru perusahaan X.
  2. Kirim 5 sms, dapat 10 sms gratis ke semua operator.
  3. Beli kaos kaki seharga Rp. 30.000,00 dapat 2 kaos kaki gratis.
  4. Diskon 50% bagi produk tertentu di Department Store.
  5. Beli coklat malam hari dapat segelas

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Pengendalian bisnis pada semua jenjang usah atau perusahaan membutuhkan suatu pengendalian atau tata kelola yang dapat menjaga dan mengendalikan usaha dari penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang oleh pelaksana.

Corp orate governance meliputi misi yang akan di capai dan aturan serta konvensi yang jelas sebagai pedoman pencapaian misi, Corp orate governance bukan merupakan pilihan bagi para pelaku bisnis, akan tetapi merupakan suatu keharusan dan kebutuhan vital serta sudah merupakan tuntutan masyarakat. 

  • Budaya perusahaan 

Budaya perusahaan (Corp orate governance) adalah nilai-nilai yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota di dalam suatu kelompok dan cenderung untuk menetap bahkan apabila anggota-anggota kelompok telah berganti. Budaya menggambarkan pola perilaku atau gaya kerja di suatu perusahaan yang secara otomatis dianjurkan oleh karyawan senior untuk di ikuti oleh karyawan yang baru (Kotter dan Heskett, 1992)

  • Good Corp orate governance

Good Corp orate governance (tata kelola perusahaan yang baik) adalah proses dan struktur dalam mengelola perusahaan ke arah peningkatan kemakmuran dan pertanggung jawaban perusahaan dengan tujuan akhir mewujudkan nilai jangka pemegang saham dengan tetap memperhatikan kepentingan berbagai pihak yang terkait

Pertimbangan CGC

  • Praktis
  • Akademis 

Prinsip Corp orate governance 

  1. Perlindungan hak-hak pemegang saham 
  2. Perlakuan yang sama terhadap seluruh pemegang saham
  3. Peranan stakeholders yang terkait dengan perusahaan 
  4. Keterbukaan dan transparansi
  5. Tanggung jawab dewan direksi

Pilar CGC 

  1. Commitment on governance
  2. Governance structure
  3. Governance mechanism
  4. Governance outcome 

Manfaat Corp orate governance

  • Perbaikan dalam komunikasi 
  • Meningkatkan citra perusahaan 
  • Meningkatkan kinerja perusahaan
  • Meningkatkan corp orate value
  • Menjaga kepercayaan investor 
  • Memperoleh kepercayaan dari kreditor 
  • Memperoleh kepercayaan pelanggan
  • Meningkatkan efisiensi 
  • Mencegah penyalahgunaan wewenang
  • Perusahaan makin kompetitif
  • Terjadi Sustainable growth 

Motivasi

Pengertian Motivasi adalah suatu dorongan atau alasan yang menjadi dasar semangat seseorang untuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu. Arti motivasi juga dapat didefinisikan sebagai semua hal yang menimbulkan dorongan atau semangat di dalam diri seseorang untuk mengerjakan sesuatu.

Secara etimologi kata motivasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu “motivation”, yang artinya “daya batin” atau “dorongan”. Sehingga pengertian motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong atau menggerakkan seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu dengan tujuan tertentu.

Motivasi bisa datang dari dalam diri sendiri ataupun dari orang lain. Dengan adanya motivasi maka seseorang dapat mengerjakan sesuatu dengan antusias.

Jenis-Jenis Motivasi

Ada banyak hal yang memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu di dalam hidupnya. Namun, secara umum ada dua jenis motivasi, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.

1. Motivasi Intrinsik

Pengertian motivasi intrinsik adalah keinginan seseorang untuk melakukan sesuatu, yang disebabkan oleh faktor dorongan yang berasal dari dalam diri sendiri tanpa dipengaruhi orang lain karena adanya hasrat untuk mencapai tujuan tertentu.

Contoh, seseorang termotivasi untuk bekerja agar mendapatkan penghasilan sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

2. Motivasi Ekstrinsik

Definisi motivasi ekstrinsik adalah keinginan seseorang untuk melakukan sesuatu yang disebabkan oleh faktor dorongan dari luar diri sendiri untuk mencapai suatu tujuan yang menguntungkan dirinya.

Contoh, seseorang termotivasi untuk bekerja lebih giat karena adanya peluang yang diberikan oleh perusahaan untuk meningkatkan karir kepada pegawai berprestasi

Manajemen Risiko

Pengertian Manajemen Risiko adalah suatu proses identifikasi, analisis, penilaian, pengendalian, dan upaya menghindari, meminimalisir, atau bahkan menghapus risiko yang tidak dapat diterima.Dalam hal ini risiko berhubungan dengan pendekatan atau metodologi dalam menghadapi ketidakpastian dalam bisnis. Dalam KBBI arti kata risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu tindakan. Ketidakpastian ini bisa berupa ancaman, pengembangan strategi, dan mitigasi risiko.Dalam perusahaan, manajemen risiko (risk management) adalah suatu proses perencanaan, pengaturan, pemimpinan, dan pengontrolan aktivitas sebuah organisasi untuk meminimalisir resiko pendapatan perusahaan.
Contoh, seseorang termotivasi untuk bekerja lebih giat karena adanya peluang yang diberikan oleh perusahaan untuk meningkatkan karir kepada pegawai berprestasi

Tujuan Manajemen Risiko

Secara umum ada enam tujuan risk management dalam perusahaan atau badan usaha, diantaranya adalah:

1. Melindungi Perusahaan

Memberikan perlindungan terhadap perusahaan dari tingkat risiko signifikan yang bisa menghambat proses pencapaian tujuan perusahaan.

2. Membantu Pembuatan Kerangka Kerja

Membantu dalam proses pembuatan kerangka kerja manajemen risiko yang konsisten atas ririko yang ada pada proses bisnis dan fungsi-fungsi di dalam sebuah perusahaan.

3. Mendorong Manajemen Agar Proaktif

Mendorong manajemen agar bertindak proaktif dalam mengurangi potensi risiko, dan menjadikan manajemen risiko sebagai sumber keunggulan bersaing dan kinerja perusahaan.

4. Sebagai Peringatan untuk Berhati-Hati

Mendorong semua individu dalam perusahaan agar bertindak hati-hati dalam menghadapi risiko perusahaan demi tercapainya tujuan yang diinginkan bersama.

5. Meningkatkan Kinerja Perusahaan

Membantu meningkatkan kinerja perusahaan dengan menyediakan informasi tingkat risiko yang disebutkan dalam peta risiko/ risk map. Hal ini juga berguna dalam pengembangan strategi dan perbaikan proses risk management secara berkesinambungan.

6. Sosialisasi Manajemen Risiko

Membangun kemampuan individu maupun manajemen untuk mensosialisasikan pemahaman tentang risiko dan pentingnya risk management.

Etika Bisnis

Etika bisnis merupakan suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar. Di mana hal tersebut dapat memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan ketika mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan masalah moral yang kompleks.

Tujuan Etika Bisnis
Dengan etika bisnis, para pelaku bisnis memiliki aturan yang dapat mengarahkan mereka dalam mewujudkan citra dan manajemen bisnis yang baik, sehingga dapat diikuti oleh semua orang yang memercayai bahwa bisnis tersebut memiliki etika yang baik. Memiliki etika bisnis juga dapat menghindari citra buruk seperti penipuan, serta cara kotor dan licik. Bisnis yang memiliki etika baik biasanya tidak akan pernah merugikan bisnis lain, tidak melanggar aturan hukum yang berlaku, tidak membuat suasana yang tidak kondusif pada saingan bisnisnya, dan memiliki izin usaha yang sah.
Etika bisnis merupakan suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar. Di mana hal tersebut dapat memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan ketika mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan masalah moral yang kompleks.




Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai